Langsung ke konten utama

Zygmunt Bauman : Keterkaitan COVID dengan Konsep Modernitas Cair

 

Aulia Dina Oktavia (20107020006)

Prodi Sosiologi

Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora

Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga

 

Zygmunt Bauman : Keterkaitan COVID dengan Konsep Modernitas Cair


 

Zygmunt Bauman merupakan seorang intelektual yang gagasannya digunakan oleh banyak orang. Ia dikenal sebagai seorang pemikir kritis yang telah melewati tiga masa dalam peradaban dunia, yaitu pada masa holokatus, modernisme, dan postmodernisme. Selain itu, Bauman juga menjadi tokoh Eropa yang pemikirannya sangat berpengaruh dalam bidang sosiologi.  Ia lahir pada 19 November 1925 di Poznan, Polandia. Dalam pemikirannya, ia dipengaruhi oleh Karl Marx, George Simmel, Antonio Gramsci dan lain-lain. Bauman memiliki karya yang sangat terkenal yang berjudul Liquid Modernity atau Modernitas Cair.

Saya mengenal teori modernitas cair bukan dari buku aslinya, melainkan dari buku yang berjudul “Pengantar Teori-Teori Sosial” yang diterjemahkan oleh Achmad Fedyani Saifuddin, serta dari beberapa jurnal lainnya. Buku tersebut menjelaskan teori Bauman tentang modernitas cair. Di mana dalam teori modernitas cair mirip dengan konsep yang dikemukakan oleh Giddens mengenai “Dunia yang Berlari Cepat” atau konsep modernisasi refleksivitas. Teori modernitas cair lahir untuk mendeskripsikan kehidupan kontemporer. Di mana dalam analisis Bauman menjelaskan bahwa, kapitalisme memiliki pergeseran dari berat atau solid ke ringan atau cair. Oleh sebab itu, maka dapat memengaruhi semua aspek lain dari kehidupan sosial dan politik yang ada dalam prosesnya. Menurut Bauman, modernitas berat dapat ditandai dengan apa yang ia lihat sebagai institusi utamanya. Untuk itu, institusi pada masa tersebut yaitu perkawinan, kehidupan keluarga, pekerjaan dan komunitas dapat menempatkan individu pada posisi yang selalu bisa dikontrol. Sedangkan, pada modernitas yang cair unsur-unsur tersebut dicairkan. Artinya,  menempatkan individu dalam dunia yang tidak stabil tanpa permanen,  di mana ia harus bertanggung jawab terhadap keberadaannya sendiri. Jadi, setiap orang “dicairkan” seperti pekerjaan, keluarga, cinta, keakraban dan lain-lain. 

Dalam pemahaman saya, Bauman memaparkan mengenai salah satu gejala yang timbul dalam modernitas cair adalah kehidupan yang cair atau liquid life.  Di mana kehidupan yang berada dalam ketidakpastian. Di dalam kehidupan yang cair, tentunya kita hidup dalam ketidakpastian, perubahan dan konflik yang permanen. Dan tentunya berjalan secara dinamis dan dapat memengaruhi tindakan individu.

Contohnya, seperti yang kita ketahui saat ini pandemi COVID-19 telah menjadi permasalahan bagi bangsa Indonesia maupun dunia. Virus tersebut berasal dari Wuhan, China (WHO) yang dinamakan virus corona atau COVID-19 yang menyatakan bahwa virus tersebut sangat cepat penyebarannya dan dapat menimbulkan kematian. Penyebaran virus COVID-19 tersebut tidak hanya berdampak pada sistem perekonomian dan kesehatan, namun juga berdampak pada sistem pendidikan. Pemerintah juga telah menerapkan kebijakan seperti social distancing, physical distancing, dan juga PSBB.   Berbagai kebijakan yang diambil dari berbagai negara, termasuk Indonesia memutuskan untuk meniadakan aktivitas di sekolah maupun di kampus dan menggantinya dengan sistem daring. Hal ini lakukan untuk mencegah meluasnya penyebaran virus COVID-19 pada warga sekolah khususnya dan masyarakat sekitarnya. Kementrian pendidikan dan  kebudayaan juga telah menerbitkan surat edaran terkait dengan pencegahan virus COVID-19. Isi dalam surat tersebut yaitu menerapkan pembelajaran dengan sistem daring. Keterkaitan dengan konsep yang dikemukakan oleh Bauman adalah modernitas cair yang mendorong kita pada sebuah percepatan dalam kehidupan sehari-hari, dimana setiap aktivitas yang kita lakukan dapat terus berotasi dengan cepat. Selain itu, kita juga tidak tahu kapan pandemi ini akan berakhir, sehingga dampak yang di timbulkan adalah ketidaksiapan individu akan suatu perubahan.

 

Referensi :

Santoso, Andi dkk. (2020). Biografi Tokoh-Tokoh Sosiologi Klasik Sampai Postmodern. Sulawesi Selatan: IAIN Parepare Nusantara Press

Saifuddin, Achmad Fedyani. (2016). Pengantar Teori-Teori Sosial PIP Jones, Liz Bradbury, dan Shaun Le Boutillier. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia

Ritzer, George. 2012. Teori Sosiologi dari Sosiologi Klasik Sampai Perkembangan Terakhir Postmodern. (edisi kedelapan). Pustaka pelajar. Yogyakarta

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Charles Tilly: Perspektif Teori Pergerakan Sosial

  Aulia Dina Oktavia (20107020006) Prodi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Charles Tilly: Perspektif Teori Pergerakan Sosial Charles Tilly (27 Mei 1929 - 29 April 2008) merupakan seorang sosiolog modern yang telah memberikan kontribusinya terhadap sosiologi. Ia terkenal karena teorinya mengenai pergerakan sosial. Teori tersebut telah banyak digunakan oleh para ilmuan. Dalam pemikirannya, tentu Tilly dipengaruhi oleh beberapa tokoh diantaranya Karl Marx, Max Weber, Herbert Spencer dan lain-lain. Karya-karya dari Charles Tilly yaitu Contentious Politics , Durable Inequality dan lain-lain. Saya mengenal teori pergerakan sosial dari karya Tilly, serta beberapa jurnal yang saya baca. Tilly mengartikan bahwa gerakan sosial sebagai serangkaian pertunjukan yang kontroversial, tampilan dan kampanye yang biasa orang membuat klaim kolektif pada orang lain [Tilly, 2004]. Tilly berasumsi bahwa gerakan sosial merupakan kendaraan utam...

Teori Harlod Garfinkel

  Aulia Dina Oktavia  (20107020006) Teori Harlod Garfinkel       H arlod Garfinkel ( 29 November 1917 – 21 April 2011) merupakan seorang sosiolog modern berkebangsaan Amerika, yang telah memberikan kontribusinya terhadap sosiologi. Garfinkel yang dikenal ahli dalam bidang Etnometodologi. Ia telah mengembangkan dan membangun Etnometodologi sebagai bidang penyelidikannya dalam sosiologi. Garfinkel tertarik dari karya Florian Znaniecki mengenai teori tindakan sosial dan studi pandang aktor atau individu. Garfinkel belajar banyak dari Talcott Parson. Ia juga salah satu siswa dari Alfred Schutz. Karyanya yang sangat populer adalah Studies In Etnometodologi Pemikiran yang memengaruhi Garfinkel ·        Pertama, fenomenologi yaituMenggambarkan kesadaran manusia serta menjelaskan bagaimana kesadaran tersebut terbentuk. Kedua, natural attitude oleh Husserk, natural attitude atau yang disebut dengan commonsense reality merupakan sebuah perilaku y...

Teori Konflik Dialektika Dahrendorf

  Aulia Dina Oktavia (20107020006) Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora Prodi Sosiologi Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga   Teori Konflik Dialektika Dahrendorf Dahrendorf merupakan salah tokoh sosiolog modern berkebangsaan Jerman. Ia lahir pada 01 Mei 1929. Ayahnya bernama Gustav Dahrendorf dan ibunya bernama Lina. Pada tahun 1947-1952, Dahrendorf belajar filsafat, psikologi dan sosiologi di Universitas Hamburg. Dahrendorf wafat pada 17 Juni 2009 di Cologne, Gemany. Karya utama dahrendorf membahas mengenai konflik pada masyarakat industrial. Tokoh yang memengaruhi pemikiran Dahrendorf adalah Talcott Parsons, Karl Marx dan Marx Weber. Munculnya teori konflik dialektika Dahrendorf berasal dari kritik atas teori struktural fungsional secara umum dan kritik terhadap Parsonian khusus. Namun model teori konflik dialektika juga sumbangan dari model teori konfliknya Marx dan Weber.   Saya mengenal teori Dahrendorft bukan dari buku aslinya melainkan dari buku T...