Langsung ke konten utama

UTS TEORI SOSIOLOGI MODERN

 

Aulia Dina Oktavia (20107020006)

Progam Studi Sosiologi

Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora

UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Stabilisasi Sistem Sosial di Terban  

Saya Aulia Dina Oktavia seorang mahasiswa Program Studi Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora. Saya berasal dari UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Pada awal bulan November kali ini saya telah melakukan perbincangan singkat, tetapi dengan topik yang sangat menarik dengan Ketua Rukun Tetangga (RT) yang baru pada masa bakti 2022-2024. Perbincangan kali ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan Teori Sosiologi Modern dalam menjaga stabilisasi sistem sosial masyarakat khusunya di wilayah Terban Yogyakarta.

Bapak Liem Nging Swie atau yang kerap dipanggil Bapak Suwito merupakan seorang manajer di Supermarket Gardena, yang terletak di Jalan Urip Sumoharjo No 40 Klitren. Bapak Suwito lahir pada tanggal 31 Juli 1948. Selain menjabat sebagai manager di Gardena, beliau juga diamanahi sebagai ketua Rukun Tetangga 07 pada masa bakti 2022-2024. Oleh sebab itu, saya menjadikan Bapak Suwito sebagai narasumber saya. Bapak Suwito dikenal memiliki kepribadian yang berwibawa, bernilai sosial tinggi, dan selalu peka terhadap kondisi masyarakat di sekitarnya. Bapak Suwito juga aktif dalam kegiatan sosial di masyarakat. Oleh sebab itu, masyarakat percaya dan yakin bahwa Bapak Suwito mampu untuk membawa perubahan bagi masyarakat khususnya di Rukun Tetangga 07.

Menurut masyarakat, ketua Rukun Tetangga (RT) memiliki peran yang sangat penting dalam memajukan suatu wilayah. Untuk memajukan suatu wilayah, tentu perlu adanya pembinaan, pengarahan dan pembangunan dalam menjaga stabilisasi sistem sosial. Menurut Bapak Suwito, jika ingin wilayahnya stabil, maka masyarakatnya harus hidup rukun. Karena masyarakat juga memiliki peran penting dalam stabilisasi sistem sosial. Masyarakat dan ketua Rukun Tetangga (RT) harus saling bekerja sama, dengan begitu akan terciptanya wilayah yang aman, nyaman, dan tentram.

Masyarakat Terban khusunya di Rukun Tetangga (RT) 07, bermata pencaharian sebagai PNS, perdagangan, buruh harian lepas, kost-kostan, dan ibu rumah tangga. Jika dilihat, mayoritas masyarakat di Rukun Tetangga (RT) 07 sudah berkecukupan. Akan tetapi, ada beberapa masyarakat yang memiliki permasalahan pada kemiskinan dan kesenjangan. Untuk itu, Bapak Suwito selaku ketua Rukun Tetangga (RT) yang baru akan terjun secara langsung ke masyarakat untuk mengobservasi kondisi masyarakat yang kurang mampu. Selain itu, untuk mengatasi permasalahan terkait kemiskinan dan kesenjangan, maka ketua Rukun Tetangga (RT) akan mencatat siapa saja masyarakat yang kurang mampu untuk diusulkan bantuan. Tujuannya untuk meringankan beban bagi masyarakat yang kurang mampu.  

Meskipun demikian, masyarakat yang kurang mampu tidak hanya berharap pada bantuan saja, melainkan mereka juga berusaha keras untuk menambah pemasukan, dengan cara berjualan makanan atau minuman di pinggir jalan. Hal itu dilakukan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Ibu-ibu di wilayah Rukun Tetangga 07 juga mengadakan iuran dana sehat setiap bulannya sebesar Rp 3000. Uang tersebut digunakan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan bantuan (sakit, meninggal atau terpapar COVID).

Menurut saya, teori yang tepat untuk digunakan dalam pernyataan diatas adalah teori pilihan rasional dari James Coleman. Teori pilihan rasional memusatkan perhatiannya pada aktor dan sumber daya, dimana aktor dilihat sebagai sebuah individu atau kelompok yang melakukan tindakan dan memiliki tujuan. Sedangkan sumber daya merupakan sesuatu yang menarik perhatian dan yang dapat di kontrol oleh aktor. Dengan menggunakan teori tersebut maka masyarakat di Rukun Tetangga (RT) 07 akan mengontrol sumber daya yang di milikinya (pemasukan dan pengeluaran). Dengan demikian, stabilisasi sistem sosial (khususnya ekonomi) di wilayah Terban RT 07 dapat terkendali.

 Dokumentasi diambil tanggal 3 November 2021. Pada pukul 11.39. Di rumah Bapak Suwito




 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Charles Tilly: Perspektif Teori Pergerakan Sosial

  Aulia Dina Oktavia (20107020006) Prodi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Charles Tilly: Perspektif Teori Pergerakan Sosial Charles Tilly (27 Mei 1929 - 29 April 2008) merupakan seorang sosiolog modern yang telah memberikan kontribusinya terhadap sosiologi. Ia terkenal karena teorinya mengenai pergerakan sosial. Teori tersebut telah banyak digunakan oleh para ilmuan. Dalam pemikirannya, tentu Tilly dipengaruhi oleh beberapa tokoh diantaranya Karl Marx, Max Weber, Herbert Spencer dan lain-lain. Karya-karya dari Charles Tilly yaitu Contentious Politics , Durable Inequality dan lain-lain. Saya mengenal teori pergerakan sosial dari karya Tilly, serta beberapa jurnal yang saya baca. Tilly mengartikan bahwa gerakan sosial sebagai serangkaian pertunjukan yang kontroversial, tampilan dan kampanye yang biasa orang membuat klaim kolektif pada orang lain [Tilly, 2004]. Tilly berasumsi bahwa gerakan sosial merupakan kendaraan utam...

TEORI SISTEM NIKLAS LUHMANN

  Aulia Dina Oktavia (20107020006) Prodi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga   Teori Sistem Niklas Luhmann   Niklas Luhmann (8 Desember 1927 - 6 November 1998) merupakan seorang polikus yang sangat terkenal, beliau merupakan salah satu tokoh sosiologi modern. Pemikiran-pemikiran Luhmann banyak dipakai dikalangan ilmuan untuk memahami realitas sosial yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Latar belakang pendidikannya bermula dari bidang hukum, ketika Luhmann berkuliah di Universitas Freiburg pada tahun 1949. Salah satu teori Luhmann yang sangat terkenal adalah teori sistem. Tokoh yang memengaruhi pemikiran Luhmann adalah Talcott Parsons, Jurgen Harbenas dan lain-lain. Saya mengenal teori sistem bukan dari buku aslinya melainkan dari buku Teori Sosiologi Modern karya Ritzer, George (2012), serta dari beberapa jurnal yang saya baca. Buku ini menjelaskan mengenai teori sistem. Menurut Luhmann kunci yang dapat...

Teori Konflik Dialektika Dahrendorf

  Aulia Dina Oktavia (20107020006) Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora Prodi Sosiologi Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga   Teori Konflik Dialektika Dahrendorf Dahrendorf merupakan salah tokoh sosiolog modern berkebangsaan Jerman. Ia lahir pada 01 Mei 1929. Ayahnya bernama Gustav Dahrendorf dan ibunya bernama Lina. Pada tahun 1947-1952, Dahrendorf belajar filsafat, psikologi dan sosiologi di Universitas Hamburg. Dahrendorf wafat pada 17 Juni 2009 di Cologne, Gemany. Karya utama dahrendorf membahas mengenai konflik pada masyarakat industrial. Tokoh yang memengaruhi pemikiran Dahrendorf adalah Talcott Parsons, Karl Marx dan Marx Weber. Munculnya teori konflik dialektika Dahrendorf berasal dari kritik atas teori struktural fungsional secara umum dan kritik terhadap Parsonian khusus. Namun model teori konflik dialektika juga sumbangan dari model teori konfliknya Marx dan Weber.   Saya mengenal teori Dahrendorft bukan dari buku aslinya melainkan dari buku T...