Aulia
Dina Oktavia (20107020006)
Prodi
Sosiologi
Fakultas
Ilmu Sosial dan Humaniora
Universitas
Islam Negeri Sunan Kalijaga
Memahami
Teori Strukturasi Giddens
Anthony Giddens merupakan
seorang sosiolog modern yang telah memberikan kontribusinya terhadap sosiologi.
Giddens lahir pada 18 Januari 1938. Ia sangat populer karena teorinya tentang
strukturasi dan pandangan menyeluruh mengenai masyarakat modern. Dalam
pemikirannya, ia dipengaruhi oleh Maximilian Weber, Pierre Bourdieu, Karl Marx dan lain-lain. Karya Giddens yang sangat terkenal berjudul The Constitution of Society: Outline of the Theory of Structuration, yang
merupakan sebuah pernyataan tunggal yang paling penting perspektif teoritis
Giddens
Saya mengenal teori
Giddens bukan dari buku aslinya melainkan dari buku Teori Sosiologi
dari Sosiologi Klasik Sampai Perkembangan Terakhir Postmodern karya Ritzer,
George (2012), serta dari beberapa jurnal yang saya baca. Buku tersebut
menjelaskan mengenai teori strukturasi. Inti dari teori struktuasi yakni mengenai
fokusnya pada praktik sosial. Artinya, suatu teori yang membahas mengenai hubungan
antara agen dan struktur. Giddens menjelaskan bahwa semua tindakan sosial
meliputi struktur dan semua struktur meliputi tindakan sosial.
Dalam pemahaman saya, Giddens terkenal dengan teorinya mengenai
strukturasi. Untuk memahami teori Giddens maka kita harus melalui tiga tahapan.
Pertama, tahap epistemologi yaitu berkaitan dengan asal usul teori. Aspek teori
strukturasi Giddens secara epistemologi muncul karena ada yang disebut dualisme.
Teori strukturasi merasa gelisah, hal ini disebabkan oleh kebuntuan terhadap
perdebatan madzab obyektivisme dan
subyektivisme yang saling bertentangan satu sama lain, dan keduanya
memiliki landasan filsafat atau landasan yang sering disebut dengan landasan
dualisme. Artinya, baik posistifisme maupun humanisme tersebut dapat terjebak
kedalam dualisme. Madzab positifisme
atau obyektivisme terjatuh pada
pemahaman individu itu tidak memiliki peluang dan ruang sebagai subyek atau terdapat
peniadaan terhadap aspek individu, karena individu dikendalikan secara
eksternal. Dualisme juga menjebak pendekatan madzab subjektivisme. Jadi,
subyektivisme memberikan porsi terhadap individu sebagai penentu dari seluruh
tidakan sosial, yang artinya individu menentukan segalanya.
Anthony Giddens menjelaskan bahwa untuk melihat masyakarat dan melihat
perkembangan sosial tidak dapat diletakkan atau dilihat dengan cara dualisme.
Selanjutnya, Giddens menjelaskan bahwa dualisme
harus dicabut dan yang dapat dijadikan sebagai tumpuan adalah dualitas. Artinya,
struktur atau sistem struktur dengan individu tersebut tidak berada pada satu
arah yang menentukan, namun terdapat proses timbal balik dari keduanya (antara
struktur sosial dan individu, atau aktor). Oleh karena itu, kunci pertama yaitu
memahami epistemologi (dualisme menciptakan kebuntuan). Untuk memahami teori
strukturasi giddens maka kunci kedua yaitu mengenai basis teoritik dari
strukturasi. Di mana, kita dapat melihat basis teoritik tersebut kedalam tiga
bagian (aktor, struktur dan sistem). Aktor memiliki beberapa unsur yang sudah
ada di dalam diri individu (yaitu memiliki keinginan, aktivitas keseharian,
kekuasaan, reflexive monitoring of action
dan dialectic of control terhadap
struktur sosial). Pemahaman terhadap struktur atau struktur sosial tidak dapat
disamakan dengan pemahaman struktur dalam madzab obyektivisme. Misalnya, unsur
yang terdapat dalam struktur yang terkait dengan aturan, yang mana aturan tersebut
tidak dapat dilihat sebagai seperangkat norma yang dapat mengendalikan
individu, karena aturan yang terdapat dalam struktur sosial nantinya berada
dalam proses dialectic of control
dari individu tersebut. Kemudian, basis teoritik yang ketiga adalah sistem. Sistem
merupakan suatu hubungan atau perangkat hubungan baik individu maupun kolektif,
sehingga terbentuk struktur sosial yang kemudian terus berjalan dan dipelihara
oleh individu, yang berada di dalam suatu wilayah serta berada di dalam ruang
dan waktu.
Agen dan struktur ketika keduanya melakukan proses dialektik maupun
dialektis dan melakukan proses timbal balik, itulah yang kemudian menciptakan
proses strukturasi. Giddens menggunakan konsep dualitas, di mana hubungan
antara individu dengan struktur sosial saling memengaruhi. Dalam keterkaitannya
antara struktur sosial dan individu maka terdapat proses yang dilakukan dalam
bentuk refleksif monitoring of action
yaitu bagaimana individu melakukan proses melihat dan mendefinisikan terhadap
struktur sosial. Artinya, di mana aktor dapat hidup didalamnya. Untuk itu,
terdapat dua unsur dalam refleksif
monitoring of action yaitu rekursif
(praktik yang diciptakan individu terhadap unsur yang ada di dalam struktur
sosial, baik itu kekuasaan maupun aturan sebenarnya dapat diterima oleh aktor,
akan tetapi dengan menggunakan proses bahasa yang diciptakan oleh setiap aktor,
yang kemungkinana bisa saja berbeda, namun tetap berada dalam kerangka
mereproduksi sistem sosial) dan diskursif
(kemampuan pengetahuan individu yang mungkin membuat individu untuk
mempertanyakan). Untuk itu, strukturasi melihat pada aspek bagaimana praktik diskursif dan rekursif
ini dapat berlangsung pada ruang dan waktu individu yang di dalam dunia
kehidupan kita. Giddens menjelaskan bahwa untuk melihat praktik rekursif maupun diskursif, maka harus menggunakan praktik. Sebab, praktik tersebut
bentuknya adalah bahasa.
Dengan demikian, untuk memahami teori strukturasi Giddens maka kita harus
memahami terlebih dahulu epistemologi dari strukturasi yaitu mengenai munculnya
konsep dualitas. Selanjutnya, menguasai unsur dasar dalam teori strukturasi
(agen, struktur dan sistem). Lalu, dari unsur-unsur yang terdapat dalam
teori strukturasi dijelaskan bahwa kunci yang ketiga adalah
bagaimana strukturasi tersebut berjalan. Strukturasi artinya dualitas struktur
yaitu antara struktur sosial dengan aktor atau struktur yang dibawa oleh aktor
(rutinitas atau kebiasaan).
Implikasi dari teori Giddens yaitu tentang bagaimana struktur dan agen
ini saling memengaruhi, dan tidak dapat salah satu pihak saja yang mendominasi,
sehingga dalam hal ini fokusnya berada pada teori strukturasi yaitu mengenai
hubungan agen dengan struktur. Antara agen dengan struktur tidak dapat terpisah
satu sama lain, sehingga implementasi dari teori Giddens yaitu salah satunya
yang berada dalam lembaga pendidikan. Contohnya di SMK, di mana dalam SMK saya
terdapat berbagai aturan yang dibentuk oleh kepala sekolah. Salah satunya yaitu
mengenai cara berpakaian. Pada hari Kamis, para siswa diwajibkan menggunakan
pakaian batik sekolah yang berwarna hijau. Karena, kebiasaan yang dilakukan
oleh para siswa tersebut tidak bertentangan dengan struktur sosial yang ada. Tindakan
berpakaian yang dilakukan secara rutin akan menciptakan reproduksi sistem
sosial strukturasi. Batik sekolah melambangkan identitas siswa. Dengan
menggunakan batik, maka siswa akan mudah dikenali, termasuk pada saat siswa
berada di luar sekolah. Dengan demikian, semua tindakan melibatkan struktur dan
semua struktur melibatkan tindakan sosial. Agen dan struktur dapat terjalin
erat dalam aktivitas melalui praktik yang terus menerus dijalankan oleh
individu.
Referensi
:
Ritzer,
George. (2012). Teori Sosiologi dari Sosiologi Klasik Sampai Perkembangan
Terakhir Postmodern. (edisi kedelapan). Pustaka pelajar. Yogyakarta
Komentar
Posting Komentar